Wed. Dec 8th, 2021

Hubungan STAI Persis Garut dengan Universitas Darussalam Gontor kembali terjalin melalui program Webinar Pemikiran dan Peradaban Islam. Kegiatan ini diadakan atas ajakan kerja sama dari pihak penyelenggara Program Kaderisasi Ulama (PKU) Gontor terhadap Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Persis Garut –yang tahun ini- melalui pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Persis Garut. .

Mengingat masa pandemi belum mereda, pelaksanaan seminar diadakan pada hari Kamis, 11 November 2021 dari pukul 08.00-10.00 WIB dengan format Webinar (online) melalui aplikasi Zoom Meeting.  Walaupun begitu peserta yang bergabung cukup banyak dan beragam. Bukan hanya mahasiswa dari STAI Persis Garut, tetapi juga dari Bandung, Balikpapan, dan yang lainnya.

Rangkaian acara dibuka oleh MC, Thariq Fathurrahman. Pembacaan  ayat suci Al-Qur’an oleh mahasiswa STAI Persis Garut, Ari Yandi Hidayat, dilanjutkan sambutan dari kampus STAI Persis Garut oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Dr. Heri M Tohari, S. Fil., M.Pd, serta sambutan dan prolog dari PKU Gontor oleh Taqiyuddin, M. Ag. Selesai Prolog, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari peserta PKU Gontor angkatan XV.

Terdapat dua materi yang disampaikan. Pertama,  “Analisis Kritis Konsep Kampus Merdeka ; Menyaring Pola Pikir Industri dalam Pendidikan” oleh Tedi Sumaelan, S. Pd, yang menyimpulkan bahwa industrilualisasi pendididikan bertentangan dengan tujuan pendidikan yang tertuang di dalam UU No. 20 Tahun 2003. Kedua, “Konsep Keadilan Perspektif Feminisme Islam: Tinjauan Kritis” oleh Ghina Saniawati Ahmad, S. Ag. yang menyimpulkan isu feminisme Islam terindikasi berangkat dari faham feminisme Barat yang dikhawatirkan bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Salah satu yang istimewa, Ghina Saniawati merupakan alumni STAI Persis Garut dari Program Studi (Prodi) Ilmu Hadits. Sebagai alumni, Ghina merasa bangga pernah kuliah di STAI Persis Garut dan menjadi bagian pengurus BEM. Tergabungnya Ghina melanjutkan tradisi lulusan STAI Persis Garut lainnya yang lebih dulu menjadi peserta PKU Gontor. Sebelumnya ada Fahri Khoerudin, S.Ag (PKU XIII), dan Syamila Karunia, S.Pd (PKU XIV). Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peserta untuk juga bisa mengikuti langkah para seniornya.

Memasuki acara penutup, sesi epilog disampaikan oleh pembimbing PKU, Taqiyuddin, M. Ag. Taqiyudin berharap silaturrahmi dan shilatul’ilmi antara UNIDA Gontor dengan STAI Persis Garut bisa terus terjalin, baik di tingkat institusi maupun personal sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya dengan beberapa Dosen STAI Persis Garut, terutama Dr. Tiar Anwar Bachtiar, M. Hum. yang menjadi salah satu pengajar PKU, serta para dosen yang juga alumni PKU Gontor, Daden Robi Rahman, MA (PKU I), Taufik Apandi, M. Ag (PKU V), dan Hasan Anshori, M. Pd. (PKU X).  

PKU Gontor sendiri merupakan program rutin tahunan yang diadakan UNIDA Gontor dan bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Sampai saat ini PKU sudah memasuki tahun ke-15. Konsen utamanya adalah memberikan pembinaan seputar materi pemikiran dan peradaban Islam untuk para peserta yang diutus dari berbagai lembaga, ormas Islam maupun perorangan dengan kualifikasi calon peserta minimal lulusan S1. Mereka ditempa selama 6 bulan dan diakhir kegiatan diwajibkan membuat makalah seputar pemikiran Islam. Makalah tersebut kemudian dipresentasikan dalam seminar di berbagai lembaga, terutama pondok pesantren dan kampus di seluruh Indonesia, salah satunya di kampus STAI Persis Garut

(Asfi Natasya Aliamsyah / Mahasiswi Ilmu Hadits 7B, Sekretaris MenDik BEM STAI Persis Garut)

Editor : Taufik Apandi