Sat. Jan 22nd, 2022

Garut. Senin, 13 Desember 2021. Rangkaian kegiatan Local Fest yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Persis Garut telah memasuki agenda puncak. Selama sepekan, 8-14 Desember 2021, berbagai acara disuguhkan untuk memeriahkan even akbar tahunan ini lengkap dengan bazar makanan dan minuman. Dimulai dengan berbagai lomba, seminar, pemberian penghargaan bagi warga kampus (dosen, mahasiswa, karyawan) dengan berbagai kategori dalam gelaran Star Ward, dan ditutup dengan konser musik spesial dengan menghadirkan Willy Preman Pensiun.

Salah satu acara yang cukup perhatian para pengunjung adalah seminar milenial yang menghadirkan tokoh nasional, milenial influencer, bernama Sherly Annavita Rahmi, S.Sos., MSIPh. Nama Sherly Annavita mulai dikenal publik Indonesia, utamanya kaum milenial, setelah tampil dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC) di TVOne episode Perlukah Ibu Kota Pindah?. Saat itu Sherly tampil memukau ketika beradu argumen dengan milenial influencer lainnya sekaligus juga politisi muda Partai Solidaritasi Indonesia (PSI). Sherly kemudian sering tampil di TV dan aktif menjadi pemateri berbagai kegiatan, termasuk diundang dalam even Local Fest STAI Persis Garut.

 Pihak panitia sengaja mengundang Sherly sebagai upaya meningkatkan antusiasme para pengunjung. Terbukti, peserta yang hadir tidak hanya dari internal kampus tetapi juga kampus lain dan juga umum. Mengingat situasi pandemi, peserta dibatasi hanya untuk 300 orang.

Dalam kegiatan yang dipandu oleh Syamila Karunia, S.Pd ini Sherly memberikan motivasi dan semangat untuk para peserta dalam menghadapi tantangan zaman kali ini. Diantaranya industri 4.0 yang sudah hampir selesai dan bekembang menjadi 5.0, serta bonus demografi yang sebentar lagi akan terjadi di Indonesia. Sherly juga menyampaikan perhatian besar terhadap anak muda muslim sekarang agar ikut berperan dalam menciptakan peradaban yang hebat kedepannya. Generasi muda harus mempunyai jiwa yang berkarakter produktif dan progresif guna menggapai suatu perubahan dan pembaharuan. “Seberapa mau kita menjadi bagian dari perubahan, yang jelas kita manusia optimis, realitas sosial itu diciptakan” Ucap Sherly menegaskan. Menurutnya anak muda harus tetap bertumbuh dan menjadi bagian dari perubahan di zaman yang terus beganti karena mau tidak mau anak muda harus mengikuti perkembangan zaman. “Karena masa depan dan perubahan itu  didesain, maka ayo kita pastikan kita terlibat atau kita yang membuat, kita yang mendisain masa depan” Tutur alumni Universitas Paramadina jurusan Hubungan Internasional tersebut.

Dalam closing statement nya Sherly yang juga alumni Swinburne University Asutralia menguatkan kembali paparannya dan mendorong generasi muda untuk terus berjuang dan berkarya selama masih hidup. “Selama harapan, keyakinan dan optimisme itu masih ada dalam dada, maka kita semua masih selamanya  muda, jangan menjadi anak muda yang pengecut, hidup cuma satu kali, ayo kita pastikan kita hidup yang berarti, pada akhirnya akan ada yang berubah akan ada yang bertahan, tapi satu hal yang pasti bahwa harapan, keyakinan, dan cita-cita itu harus diperjuangkan,” Ujar Sherly.

Kesan positif disampaikan oleh para peserta, salah satunya Alifia Febrianti, alumni Universitas Garut (UNIGA). Menurutnya banyak hal yang bermanfaat dan sangat menginspirasi bagi dirinya dari kegiatan ini. Ia juga berharap adanya perubahan yang signifikan di Garut ke arah yang lebih positif yang dilakukan oleh anak muda khusunya di STAI Persis Garut “Sangat menginspiriasi, banyak sekali wejangan-wejangan yang diberikan beliau yang bermanfaat bagi kita khususnya anak muda,” ucapnya ketika diwawancarai.

Liputan: Zulfi Muhammad Ramadhan / Jurnalis Aksara STAI Persis Garut, Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Semester 1

Editor: Taufik A