Tue. May 17th, 2022

UPTTHQ STAI Persis Garut – Mengawali terobosan baru di awal kepengurusan periode 2021, Unit Pelaksana Teknis Tahsin dan Hifzhil Quran (UPT-THQ) STAI Persis Garut mengadakan kegiatan pembekalan mentor. Pembekalan tersebut diselenggarakan di ruang kelas kampus STAI Persis Garut pada hari Kamis (03/02/2022). Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para mentor dalam membina tahsin dan tahfizh mahasiswa STAI Persis Garut yang akan dimulai pada 5 Februari 2022.

Acara dihadiri Dr. Yusup Tajri, M.Pd. sebagai Kepala UPTTHQ dan juga para mentor. Komposisi  mentor dari berbagai jenjang semester dibimbing oleh Hasan Anshori, M.Pd. Turut hadir pula pada acara pembukaan ini Dr. H. Gun Gun Abdul Basit sebagai WK I STAI Persis Garut. Beliau memberikan sambutan, dukungan dan nasihat sekaligus membuka acara pembekalan itu dengan resmi.

“Ada 3 poin penting yang menjadi bekal dan tidak boleh ditinggalkan dalam sebuah tim, yaitu teamworknetwork; dan inovasi. Teamwork artinya kerjasama tim yang solid; network artinya membangun jaringan yang aktif dan positif; serta inovasi dengan terus meluncurkan inovasi-inovasi dan gagasan baru untuk kebaikan dan kemajuan bersama.” tutur ustadz Gun Gun dalam sambutannya.

Materi pembekalan pertama disampaikan Dr. Yusup. Beliau memaparkan gambaran umum program pembinaan tahsin dan tahfizh di UPTTHQ yang selaras dengan visi, misi dan tujuan kampus STAI Persis Garut. Beliau juga menyampaikan, bahwa adanya program pembinaan dari UPTTHQ ini berperan untuk memastikan tercapainya standar minimum lulusan mahasiswa STAI Persis Garut , diantaranya ialah berkompeten dalam membaca dan menulis ayat-ayat Al-Quran.

Adapun program pembinaan yang diluncurkan UPTTHQ pada periode sekarang terbagi kepada 4 macam program pembinaan, yaitu pembinaan tahsin, pembinaan tahfizh, pembinaan mentor dan pembinaan mujawwad. Beliau juga menyampaikan, bahwa peran mentor dalam membina mahasiswa di bidang Al-Quran ialah sebagai pelaksana program penting kampus secara khusus dan umat islam secara umum, sehingga keberadaan dan pergerakannya harus senantiasa dikelola dengan baik serta spirit iman dalam proses membinanya harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Materi pembinaan kedua disampaikan ustadz Hasan Ansori, M.Pd. Alumni Gontor ini mengemukakan mengenai langkah-langkah dan teknis pembinaan tahsin. Ustadz Hasan pun memaparkan agenda dan kurikulum pengajaran tahsin secara lengkap. Hal ini disusun agar pelaksanaan pembinaan tahsin dapat terjamin kualitasnya.

Selain itu, dosen Ilmu al-Qur`an dan Tafsir ini menyampaikan mengenai perbedaan teknis pembinaan. Pada periode sekarang UPTTHQ mengeluarkan teknis baru prihal sistem pelaksanaan pembinaan tahsin yang berbeda dari periode sebelumnya. Jika sebelumnya pembinaan disesuaikan dengan kesiapan mentor dan mahasiswa, maka pada periode sekarang waktu pelaksanaannya ditentukan oleh lembaga secara terjadwal. Selain itu, proses pembinaan tahfizh mulai periode ini melibatkan tenaga dosen dengan lebih banyak.

“Dijadwalkannya waktu pelaksanaan pembinaan tahsin bagi tiap semester diharapkan bisa membantu mengoptimalkan pencapaian target tahsin mahasiswa. Karena jika menunggu kesadaran mahasiswa itu sendiri untuk mengikuti pembinaan, lumayan menghambat berjalannya program, apalagi jika mahasiswanya itu tidak sadar-sadar..” ujar ustadz Hasan dengan gaya humorisnya.

Terkait masa bimbingan menurut Dr. Yusup menuturkan, bahwa sistem baru ini akan segera diterapkan mulai 5 Pebruari sekarang. Kemudian di bulan Maret bergulir program bimbingan tahfizh. Beliau juga telah memastikan kesiapan para dosen STAI Persis Garut untuk terlibat aktif dalam pembinaan tahfizh mahasiswa di semester mendatang.  (Fitri IAT)