Sat. Jul 2nd, 2022

Unit Pelaksana Teknis Tahsin dan Hifzhil Quran (UPTTHQ) STAI Persis Garut telah berhasil menyelenggarakan pembukaan pembinaan tahsin perdananya yang diperuntukkan bagi mahasiswa semester akhir pada hari Sabtu (05/02/2022). Acara pembukaan tersebut bertempat di Kampus STAI Persis Garut, dengan dihadiri oleh segenap mahasiswa akhir; Dr. Yusup Tajri, M.Pd. sebagai Kepala UPT-THQ; Hasan Anshori, M.Pd. sebagai Ketua Mentor UPTTHQ; dan Dr. Heri Ahmad Tohari sebagai Wakil Ketua II STAI Persis Garut yang sekaligus memberikan sambutan dan membuka acara.

Dalam sambutannya, Dr. Heri menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan pembinaan ini sebagai fasilitator bagi mahasiswa khususnya  mahasiswa akhir yang belum sempat menuntaskan target tahsinnya. Hal ini sebagaimana halnya telah menjadi regulasi yang tercantum dalam statuta STAI Persis Garut bahwa kompetensi dasar mahasiswa lulusan STAI Petsis Garut diantaranya ialah memiliki batas minimal hafalan Al-Quran dan kemampuan tahsin yang baik.

Sementara dalam prakata ketua UPT-THQ disebutkan mengenai posisi program pembinaan terkait pencapain visi dan misi kampus. “Terwujudnya STAI Persis Garut sebagai kampus unggulan dalam bidang keilmuan turats Islam dan menjadi Pusat Pengembangan Dakwah di Indonesia pada 2035 dan tataran global pada 2050,” demikian visi STAI Persis Garut. Diantara Misi STAI Persia Garut ialah “Turut aktif dalam menjaga dan meningkatkan harkat manusi dalam upaya meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan yang beradab.” Untuk itu dipersyaratkan dalam standar minimum lulusan ialah “memiliki kepribadian sebagai ilmuwan muslim Indonesia yang beradab, dan memiliki kemampuan membaca dan menulis huruf al-Qur`an (Arab).” “Dengan demikian agar para lulusan menggapai target standar minimum dan memiliki kepribadian beradab diperlukan berbagai program pencapaiannya. Diantaranya dalam pembinaan tahsin seperti sekarang,” papar Dr. Yusup Tajri.

Menurut data, terdaftar 184 mahasiswa semester akhir yang mengikuti pembinaan tahsin perdana tersebut, meski tidak keseluruhannya hadir dikarenakan perbedaan tanggungan target tahsin yang telah dicapai oleh sebagian mahasiswa di masa perkuliahan sebelumnya. Sejumlah mahasiswa tersebut dibagi kepada 10 kelompok dan dibimbing masing-masing oleh satu orang mentor terbaik yang telah dipilih oleh UPTTHQ.

Tepat pukul 09.00 WIB selepas pembukaan, kegiatan pembinaan tahsin dimulai. Pembinaan tahsin dilaksanakan di ruang-ruang kelas yang telah ditentukan sebelumnya bagi setiap masing-masing kelompok. Materi tahsin yang diajarkan pada hari pertama itu ialah materi tahsin level 1 yang telah ditentukan kompetensi dasarnya oleh UPTTHQ. Secara garis besar, kompetensi yang diajarkan dalam materi tahsin level 1 tersebut ialah pembahasan mengenai lahn (kesalahan) dalm membaca Al-Quran; bacaan isti’adzah dan basmalah; mengenal makharijul huruf; sifat-sifat huruf; dan kaidah tafkhim & tarqiq.

Kegiatan pembinaan pada hari pertama itu berjalan lancar dan selesai bertepatan dengan dikumandangkannya adzan ashar, dan akan dilanjut pada hari berikutnya untuk menuntaskan 1 level materi tahsin. Rencananya, pembinaan tahsin ini akan dilaksanakan secara berkala untuk memenuhi 4 level tahsin bagi seluruh mahasiswa semester akhir pada dua hari di setiap akhir pekan selama satu bulan penuh. Sedangkan pembinaan untuk selain mahasiswa semester akhir akan dilaksanakan pada bulan Maret mendatang. (Fitri IAT)