Sat. Jul 2nd, 2022

Jakarta. Mahasiswa STAI Persis Garut, Semester 2 Prodi Ilmu Hadist, Ghazi Abdullah Muttaqien secara resmi dilantik sebagai Chief of World Interfaith Forum, atau Ketua Forum Antar Agama Dunia. Ghazi yang didampingi Taufik Apandi (STAI Persis Garut) dan Ahmad Fadilah (PP. Pemuda Persis) dilantik di gedung MPR RI Jakarta, pada hari Jum’at, 11 Maret 2022 dalam agenda bertajuk Inaguration Asian African Youth Government.


Para peserta yang hadir dan dilantik merupakan utusan dari berbagai negara. Diantaranya Indonesia, Palestina, Pakistan, Gambia, Somalia, Cina, Siera Leon, Sudan, Mesir, Arab Saudi, dll.


Asian African Youth Government (AAYG) sendiri, sebagaimana dikutip dari laman aayg.org, merupakan platform bagi anak muda Asia Afrika untuk memelihara kesadaran akan tantangan dan peluang di era kontemporer, dan juga mengembangkan pengetahuan melalui berbagai pendekatan di kancah internasional.


AAYG diikuti 63 negara. Dengan rincian 52 anggota Kongres Asia Afrika, 11 negara observer (US / PBB) seperti Amerika, Inggris, Rusia, Australia, dsb. Di dalamnya terdapat berbagai bidang, termasuk Forum Antar Agama Dunia yang dipimpin Ghazi dengan dibantu para stafnya dari berbagai negara dan latar belakang agama yang berbeda.


Kegiatan pelantikan secara resmi dibuka oleh dewan kehormatan AAYG yang juga menjabat sebagai ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. Bambang menyatakan sangat menyambut baik kegiatan ini dan mengharapkan spirit Dasasila Bandung yang dulu dirumuskan dalam perhelatan Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 1955 bisa kembali tumbuh. Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh para duta besar negara sahabat, dari Rusia, Aljazair, Arab Saudi, Maroko, Pakistan, dll.


Ghazi, yang juga tercatat sebagai kader Pemuda Persis Garut, tergabung sebagai pengurus AAYG untuk periode 2022-2026 di bawah kepemimpinan Presiden AAYG, Saddam Aljihad (Indonesia).


Selama lima tahun ke depan tema besar yang diusung adalah Soft Diplomacy, di mana kaum muda, sebagaimana diungkapkan Saddam usai melantik pengurus AAYG, harus menjadi pelopor komunikasi yang ramah antar negara melalui jalur diplomasi. Saddam juga mengajak para peserta untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.


(Taufik A/Media Kampus STAI Persis Garut)